Skip to main content

Posts

Featured

Masyarakat Sipil Rusia Sebelum dan Sesudah Komunisme

Pada Desember 1993, Rusia menggelar pemilu legislatifnya yang pertama dengan banyak partai yang berpartisipasi. Dunia menganggap bahwa pemilu legislatif tersebut merupakan terobosan besar bagi negara yang penduduknya selama lebih dari lima puluh tahun telah menelan propaganda anti-demokrasi. Beberapa akademisi mengatakan bahwa kemunculan pemilu demokratis, betapapun cacatnya, harus dianggap sebagai pencapaian revolusioner bagi Rusia (Evans, 2011).

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah pemilu yang telah diadakan di Rusia, pola-pola otoriter Rusia justru semakin bertambah kuat. Hari ini, pluralisme politik mengalami penurunan drastis akibat dominasi Partai Rusia Bersatu dalam parlemen yang berhasil mengantongi lebih dari 64% suara dan memenangkan pemilu presiden secara berturut-turut dengan jumlah suara di atas 70%. Akibat begitu kuatnya partai ini, pemindahan kekuasaan dari Vladimir Putin ke Dimitri Medvedev pada 2007-2008 dan kembali ke Putin pada tahun 2012 da…

Latest Posts

Demokrasi di Tengah Globalisasi: Masih Relevan?

Daniel Dhakidae: Benih-Benih Nasionalisme Indonesia (1908-1928)

The Resistance of Islamic Organization in Indonesia to Globalization

Recent Posts