Posts

Showing posts with the label Movie Review

The Matrix dan Realita yang Banal

Image
Tulisan ini adalah rangkuman dari bedah filem The Matrix yang dilaksanakan di Universitas Paramadina pada tahun 2012 dan ditulis bersama Nahdlatur Rosyidah Menjelang pemilu tahun 2014 nanti, kita mulai banyak menemukan kampanye-kampanye para calon presiden republik ini, baik di media cetak maupun media elektronik. Kita disajikan oleh berbagai macam ajakan dan tawaran yang terkesan murni diniatkan untuk membangun republik ini. Seruan oleh salah satu calon presiden yang mengajak kita untuk menjadi bagian dari penggerak perubahan masa depan bangsa, padahal dirinya yang telah jelas mengaburkan bahkan mematikan masa depan banyak dari masyarakat kita di daerah jawa timur. Pada masa-masa kampanye inilah kita disajikan berbagai macam realitas yang menyeret kita untuk mendefinisikan kembali mengenai hidup itu sendiri. Jean Baudrillad, seorang teoritisi pascamodern, secara singkat menjelaskan bahwa hiperrealitas adalah suguhan 'realitas' yang lebih nyata dari aslinya, keadaan di...

Hotel Rwanda Analysis; Peran Politisasi Etnisitas sebagai Pemicu Ethnic Cleansing di Rwanda Tahun1994

Image
Dalam kajian Hubungan Internasional pra-Pembelokan Linguistik [1] , identitas selalu diabaikan sebagai salah satu variabel yang penting dalam melakukan analisis terhadap isu Hubungan Internasional. Namun, teori-teori reflektivis yang lahir pasca-Pembelokan Linguistik menunjukkan bahwa identitas bukanlah sesuatu hal yang lugu. Berbagai konflik yang terjadi di dunia ini, seperti Genosida Yahudi oleh Nazi, Pembantaian Komunis oleh pemerintah Indonesia, pembersihan etnis (ethnic cleansing) Tutsi oleh Hutu di Rwanda, menunjukkan bahwa persoalan identitas dapat memicu manusia atau suatu kelompok untuk melakukan hal-hal yang tak terbayangkan seperti melakukan pembunuhan massal. Dalam semua kasus tersebut, politisasi atas identitas memegang peranan penting dalam memicu tindakan tak terbayangkan tersebut. Film Hotel Rwanda adalah salah satu film yang berhasil menunjukkan peranan politisasi identitas dalam memicu tindakan tak terbayangkan, seperti pembunuhan massal. Dalam hal ini, identita...

Act of Killing: Menyingkap Kejahatan Negara

Image
Tulisan ini merupakan resume dari bedah film "Act of Killing" yang dilaksanakan oleh Divisi Kajian Himpunan Mahasiswa HI Paramadina pada 28 Maret 2013 Selama rezim Orde Baru, Partai Komunis Indonesia (PKI) disimbolisasikan sebagai sosok penjahat yang berusaha merusak ideologi kebangsaan Indonesia, Pancasila. Sepanjang rezim itu pula, tidak pernah masyarakat di tanah air memiliki kesempatan untuk memahami Komunisme. Masyarakat tempo itu memahami komunisme seperti yang dipropagandakan rezim otoriter bahwa komunisme tidak lain adalah atheisme atau ide mengenai peniadaan Tuhan. Dengan kata lain, menjadi anggota PKI bukan saja berarti mengkhianati bangsa, namun juga mengkhianati nilai-nilai Ketuhanan yang dianggap absolut oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Atas dasar itulah, pembantaian terhadap anggota PKI di tahun 1965 kemudian mendapatkan justifikasinya. Film “Act of Killing” adalah film yang benar-benar mampu melukiskan peristiwa pembantaian PKI di tahun 1965. Da...

Movie Review: Argo

Image
Pertama kali aku mendengar soal film Argo adalah ketika aku membaca headline Kompas yang memberitakan mengenai pemenang Academy Awards atau yang biasa kita kenal dengan Oscar. Seperti yang kita ketahui, film Argo yang disutradarai dan dibintangi oleh Ben Affleck memenangkan penghargaan Best Pictures. Didorong oleh rasa penasaran, aku pun mencari film ini dan menontonnya.

Movie Review:Thirteen Days

Image
“I do not know with what weapons World War III will be fought, but World War IV will be fought with sticks and stones. (Albert Einstein)" Kata-kata Einstein di atas telah menggambarkan betapa mengerikannya efek perang dunia III bagi dunia, sehingga kalaupun perang dunia IV dapat terjadi maka manusia hanya dapat berperang dengan tongkat dan batu. Sampai saat ini, perang dunia III memang belum terjadi, namun lima puluh tahun yang lalu, sebuah peristiwa kecil di Kuba pernah hampir memicunya. Beruntung peristiwa tersebut dapat segera berlalu dan umat manusia berhasi terhindar dari ancaman perang dunia III. Dunia pun mengenal peristiwa tersebut sebagai Krisis Misil Kuba. Puluhan tahun kemudian, peristiwa kecil di Kuba tersebut mulai terlupakan dan negara tersebut pun masih sangat melarat berkat sanksi ekonomi AS yang masih diterimanya sampai sekarang. Demi menyegarkan ingatan umat manusia tentang sebuah peristiwa kecil yang pernah hampir melenyapkan kehidupan mereka tersebut, R...