Posts

Showing posts with the label Divisi Kajian

Join Paramadina IR Week's Symposium!

Image
Ilmu Hubungan Internasional Indonesia telah ditunggangi oleh kepentingan politik negara ini yang menginginkan agar departemen HI di seluruh Indonesia tidak lebih dari sekedar pabrik yang dapat menyediakan stok diplomat untuk dipekerjakan pada negara. Akibatnya, paradigma, teori, dan pendekatan ilmu HI kontemporer yang berpotensi untuk mendekonstruksi konsep negara menjadi sulit berkembang karena dianggap sebagai ancaman. Dengan demikian, ilmu HI di Indonesia pun tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya. Entah Anda setuju atau tidak setuju dengan pernyataan di atas, saya merekomendasikan Anda semua untuk datang ke Simposium Ilmu HI bertemakan " Menjawab Tantangan Ilmu HI dalam Sketsa Kontemporer " yang diselenggarakan dalam rangkaian acara Paramadina IR Week 2013. Di sana Anda dapat berdialog langsung dengan ilmuwan-ilmuwan HI terkemuka di Indonesia untuk memperdebatkan pernyataan tadi. Simposium Ini akan diselenggarakan pada: Hari: Kamis-Jumat Tanggal: 7-8 November...

Act of Killing: Menyingkap Kejahatan Negara

Image
Tulisan ini merupakan resume dari bedah film "Act of Killing" yang dilaksanakan oleh Divisi Kajian Himpunan Mahasiswa HI Paramadina pada 28 Maret 2013 Selama rezim Orde Baru, Partai Komunis Indonesia (PKI) disimbolisasikan sebagai sosok penjahat yang berusaha merusak ideologi kebangsaan Indonesia, Pancasila. Sepanjang rezim itu pula, tidak pernah masyarakat di tanah air memiliki kesempatan untuk memahami Komunisme. Masyarakat tempo itu memahami komunisme seperti yang dipropagandakan rezim otoriter bahwa komunisme tidak lain adalah atheisme atau ide mengenai peniadaan Tuhan. Dengan kata lain, menjadi anggota PKI bukan saja berarti mengkhianati bangsa, namun juga mengkhianati nilai-nilai Ketuhanan yang dianggap absolut oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Atas dasar itulah, pembantaian terhadap anggota PKI di tahun 1965 kemudian mendapatkan justifikasinya. Film “Act of Killing” adalah film yang benar-benar mampu melukiskan peristiwa pembantaian PKI di tahun 1965. Da...

Sejarah dan Filsafat Ilmu Hubungan Internasional

Image
Tulisan ini merupakan rangkuman dari diskusi Filosofi Ilmu HI bertema "Sejarah dan Filsafat ilmu Hubungan Internasional" bersama mas Hizkiya Yosie sebagai pembicaranya Selama ini terdapat satu pertanyaan yang selalu menggelitik para mahasiswa, yaitu, ”Apa bedanya orang yang kuliah dengan yang tidak?” Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah ‘cara berpikirnya’. Berbeda dengan orang yang tidak kuliah, seorang mahasiswa harus mulai berhenti untuk berpikir sebatas pada pertanyaan “Apa?” Mereka harus mulai berani melangkah lebih jauh untuk mencoba menjawab pertanyaan “Mengapa?” Di sinilah pengetahuan akan filsafat sangat diperlukan oleh mahasiswa untuk menjawab pertanyaan tersebut. Sebab dengan memahami filsafat, seorang mahasiswa tidak hanya akan mengetahui apa itu ilmu HI, namun juga mengapa ilmu HI bisa ada dan mengapa kita harus mempelajarinya. Maka, demi menjawab pertanyaan pertama mengenai mengapa ilmu HI bisa ada, kali ini Diskusi Filosofi Ilmu HI akan membahas khusus ...

Kisah Peradaban Ilmu HI: Behind the Scene (Part 1)

Image
kalau kemarin Jumat, tanggal 28 September 2012, kalian berada di Aula Nurcholish Madjid Universitas Paramadina tepat pada pukul 4 sore, maka kemungkinan besar kalian telah menyaksikan pementasan teater dari anak-anak Hubungan Internasional Universitas Paramadina yang berjudul "Kisah Peradaban Ilmu HI" Ini adalah kisah tentang kelahiran ilmu Hubungan Internasional dan perkembangannya selama seratus tahun terakhir. Kisah ini dimulai di Eropa, sebuah benua yang tenang dan damai sampai akhirnya Jerman datang dan memulai Perang Dunia. Tak ada kata yang dapat menggambarkan kondisi saat itu selain ketakutan dan keputusasaan. Dunia pun mengharapkan agar kejadian yang sama tak terulang lagi di masa depan. Untuk menjawab tantangan itulah ilmu Hubungan Internasional lahir. Dari sekedar diskusi-diskusi hangat sampai perdebatan sengit telah mengiringi perkembangan ilmu Hubungan Internasional hingga sampai ke tangan kita saat ini. Dengan mengikuti kisah ini, marilah kita ...