Posts

Showing posts with the label IR Phenomenon

Demokrasi di Tengah Globalisasi: Masih Relevan?

Image
Demokrasi adalah kemanusiaan. Suka atau tidak, demokrasi merupakan satu-satunya sistem yang dapat menjamin hak Anda sebagai manusia seutuhnya. Anda mungkin dapat berargumen bahwa sistem otoriter dan komunisme dapat menjamin stabilitas dan kesejahteraan. Sampai taraf tertentu, argumen ini mungkin benar, namun tidak dapat dipungkiri bahwa di dalam sistem tersebut Anda harus menggantungkan nasib Anda kepada seseorang atau kelompok yang tidak Anda kenal dan harus Anda akui sebagai pemimpin Anda. Dalam kondisi seperti itu, hak Anda sebagai manusia akan menjadi tidak berarti. Ada atau tidak adanya Anda tidak akan mempengaruhi kekuasaan absolut yang dimiliki pemimpin Anda. Jika pemimpin Anda baik, maka Anda beruntung. Namun jika pemimpin Anda jahat, Anda tidak dapat berontak, atau Anda akan dianggap sebagai ancaman dan dapat dilenyapkan dengan mudah. Demokrasi menawarkan kesempatan bagi Anda untuk menentukan siapa yang Anda anggap layak untuk menjadi pemimpin Anda. Pemimpin yang And...

Konfrontasi (Soekarno) Indonesia dengan Malaysia

Image
Di bawah bendera revolusi, tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Rakyat boleh kelaparan, namun mereka tidak boleh berhenti berjuang. Terus berjuang, hingga tiba hari dimana penjajahan atas manusia telah sepenuhnya dimusnahkan dari muka bumi. Begitulah kiranya retorika yang kerap digemakan Soekarno, sang presiden seumur hidup, penyambung lidah rakyat, dan pemimpin besar revolusi Indonesia. Inilah periode demokrasi terpimpin, periode dimana kesejahteraan rakyat ditukar dengan janji-janji kemegahan sebuah revolusi yang mungkin hanya dapat dipahami oleh Soekarno sendiri. Periode demokrasi terpimpin dimulai pada tahun 1959 ketika Soekarno mengeluarkan dekrit untuk mengembalikan Undang-Undang Dasar 1945, membubarkan Konstituante, dan mendirikan pemerintahan otoriter yang menjadikan ideologinya sebagai panglima terdepan. Tidak terhitung banyaknya tindakan opresif yang dilakukan Soekarno untuk mempertahankan kekuasaannya. Media yang terlalu kritis, diberangus. Tokoh-tokoh yang tidak sependa...

Calon dan Kriteria Negara Maju di Kawasan Asia (Kriteria 7: Perhatian terhadap Pendidikan)

Image
Sepanjang sejarah, seluruh peradaban besar selalu dikaitkan dengan perhatiannya terhadap pendidikan. Setiap peradaban besar yang pernah ada di dunia pasti memiliki pusat pendidikan yang menjadi panutan dari seluruh orang di dunia. Inilah yang terjadi pada peradaban kuno Yunani, peradaban Islam klasik, peradaban India di masa Raja Akbar, dan peradaban China di masa dinasti Tang. Maka tidak mengejutkan jika dalam era dominansi peradaban Barat yang sedang berlangsung saat ini, seluruh universitas terbaik di dunia berada di Barat.

Calon dan Kriteria Negara Maju di Kawasan Asia (Kriteria 6: Penegakkan Rule of Law)

Image
Berbicara soal rule of law (aturan hukum) dan bagaimana penegakan atas hal tersebut dapat berkontribusi bagi kemajuan negara, maka kita harus mengunjungi lagi pemikiran filsafat klasik milik Thomas Hobbes. Menurut Hobbes, manusia (yang dianalogikan sebagai serigala, lupus) memiliki sifat dasar untuk selalu mencari keamanan dirinya sendiri. Terciptalah kondisi yang disebut dengan homo homini lupus, yaitu sebuah kondisi dimana manusia adalah serigala bagi serigala lainnya, sehingga manusia pun selalu dihantui oleh rasa takut akibat ancaman dari manusia lainnya. Kondisi inilah yang disebut Hobbes sebagai kondisi alamiah (state of nature) dimana diktum yang berlaku adalah bellum omnium contra omnes, perang semua melawan semua.

Calon dan Kriteria Negara Maju di Kawasan Asia (Kriteria 5: Komitmen terhadap Budaya Perdamaian)

Image
Pada 12 Desember 2012, Panitia Nobel Norwegia membuat kejutan dengan memberikan Penghargaan Nobel Perdamaian (Nobel Peace Prize) pada Uni Eropa. Uni Eropa dianggap telah berhasil mentransformasikan Eropa dari kawasan yang dipenuhi oleh perang menjadi kawasan yang dipenuhi oleh perdamaian. Hal ini menjadi menarik, dari semua kesuksesan Uni Eropa menciptakan sistem regionalisme yang mapan, lengkap dengan institusi-institusinya, dan menciptakan sebuah sistem hubungan antarnegara yang baru, komitmen Uni Eropa untuk menciptakan budaya perdamaianlah yang paling dihargai oleh panitia Nobel. Pada dasarnya, budaya perdamaian adalah kriteria utama yang paling dibutuhkan oleh calon negara maju dalam mempertahankan keberlangsungan (sustainability) dari kemajuannya. Tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan sebuah negara selalu dilihat berdasarkan pertumbuhan ekonominya. Untuk mempertahankan pertumbuhan tersebut berjalan secara terus-menerus, maka dibutuhkanlah suatu kondisi yang memungkinkan i...

Calon dan Kriteria Negara Maju di Kawasan Asia (Kriteria 4: Sifat Pragmatis)

Image
Pragmatisme adalah sebuah filsafat yang berasal dari Amerika yang berkembang pesat pada masa Pra-Perang Dunia. William James, dalam essay-nya di tahun 1907 yang berjudul “What Pragmatism Means” memberikan sebuah anekdot untuk menjelaskan bagaimana pragmatisme bekerja sebagai penginterpretasi dari interpretasi. Anekdotnya adalah sebagai berikut: sekelompok anak sedang berkemah, termasuk James, mengamati seekor tupai yang berada di atas dahan pohon dan seorang pria yang mengamati tupai tersebut di seberang pohon. Berusaha untuk melihat Tupai itu secara langsung, pria tersebut bergerak mengelilingi pohon, namun menemukan bahwa si tupai selalu menjaga pohon tersebut berada di antara dirinya dan sang pria. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan di antara anak-anak yang berkemah, “Apakah sang pria mengelilingi si tupai atau tidak? Pria tersebut memang mengelilingi pohon, tapi apakah dia mengelilingi si tupai?”

Calon dan Kriteria Negara Maju di Kawasan Asia (Kriteria 3: Komitmen terhadap Meritokrasi)

Image
Suatu ketika seorang professor ekonomi di suatu kampus lokal membuat pernyataan bahwa ia sangat sering menggagalkan mahasiswanya, bahkan ia pernah menggagalkan seluruh kelasnya. Ketakutan oleh pernyataan tersebut, para mahasiswa pun mengajukan usul agar nilai seluruh mahasiswa di kelas disamakan berdasarkan rata-rata dari total nilai tersebut. Dengan demikian, mereka yang mendapat nilai jelek akan terangkat oleh yang mendapat nilai baik, sehingga tidak akan ada yang gagal. Singkat cerita, professor tersebut menyetujuinya.  Setelah itu, tes pun digelar dan setelah dirata-rata, semua mahasiswa mendapatkan nilai B. Yang paling kecewa dengan nilai tersebut adalah mahasiswa yang belajar sangat keras, sebab mereka merasa bahwa usahanya telah sia-sia. Ketika tes kedua digelar, mahasiswa yang sebelumnya belajar dengan keras memutuskan untuk tidak belajar dan menikmati leverage yang diberikan oleh mereka dengan nilai yang baik. Setelah hasil tes kedua dirata-rata, seluruh mahasis...

Calon dan Kriteria Negara Maju di Kawasan Asia (Kriteria 2: Perhatian terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)

Image
Ribuan tahun yang lalu, Asia sempat menjadi pusat peradaban dunia. Dimulai dari peradaban China di sebelah Timur Asia dan dilanjutkan oleh peradaban Islam di jazirah Arabia. Ketika itu, seluruh dunia memandang pada Asia untuk melakukan segala sesuatunya. Asia menjadi panutan bagi perkembangan peradaban-peradaban lain di dunia, tidak terkecuali peradaban Barat. Salah satu alasan utama yang menyebabkan hal itu terjadi adalah perhatian lebih yang diberikan oleh peradaban China atau Islam terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Calon dan Kriteria Negara Maju di Kawasan Asia (Kriteria 1: Penerapan Pasar Bebas)

Image
Pada tahun 1680, Jean-Baptiste Colbert, Menteri Keuangan Perancis pada masa tersebut sedang berdialog dengan perkumpulan pebisnis Perancis. Ketika itu Jean-Baptiste bertanya pada para pebisnis tersebut, “Apa yang dapat saya lakukan untuk Anda?” Joel Le Gendre, perwakilan para pebisnis Perancis tersebut menjawab, “Apa yang dapat Anda lakukan untuk kami? Biarkan kami (Laissez-nous faire)!” Percakapan itulah yang menginspirasi Adam Smith untuk merumuskan sistem ekonomi laissez-laire dalam bukunya The Wealth of Nation, atau yang lebih dikenal dengan sebutan sistem pasar bebas.

Calon dan Kriteria Negara Maju di Kawasan Asia (Prolog)

Image
Selama dua abad lamanya peradaban Barat yang diwakili oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa telah menikmati posisinya di puncak dunia ini. Selama dua abad tersebut, nilai-nilai Barat telah berhasil menghegemoni segala aspek kehidupan, mulai dari politik, sosial, ekonomi, sampai dengan budaya. Menyikapi hal ini, negara-negara Asia hanya mampu menjadi penonton. Secara pasif, mereka terus menerus menelan nilai dan praktek yang dilakukan oleh Barat, sehingga menjustifikasi posisi Barat sebagai hegemon. Namun hari ini, era tersebut telah berakhir.

Desekuritisasi Iran dan Masa Depan Keamanan Timur Tengah

Image
Pembicaraan dua hari tentang program nuklir Iran yang dilakukan oleh Iran dengan negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB + Jerman yang dilakukan pada 16-17 Oktober 2013 merupakan pertemuan paling progresif dalam rangka peningkatan prospek keamanan di Timur Tengah.

Bagaimana Musisi Punk dapat Menjadi Panglima Pengawal Demokrasi Baru Myanmar

Image
Dalam berita yang dituliskan oleh Robin McDowell dalam Huffington Post (Radical Monks Criticized By Punks In Myanmar As Religious Attacks Escalate, 5 Agustus 2013), dituliskan bahwa semenjak berakhirnya junta militer di Myanmar yang ditandai dengan adanya parlemen yang diwakili oleh rakyat dan dibebaskannya Aung San Suu Kyi dari tahanan rumahnya, Myanmar mulai merasakan kebebasan untuk berkumpul, kebebasan pers, dan tentunya kebebasan untuk berbicara. Sayangnya, kebebasan berbicara di Myanmar lebih banyak digunakan oleh rahib-rahib Buddha radikal untuk membuat pernyataan yang bersifat diskriminatif terhadap umat Muslim. Mayoritas orang Myanmar lebih memilih untuk diam menghadapi seruan-seruan para rahib radikal ini, karena rahib merupakan orang dengan strata sosial yang cukup tinggi di Myanmar. Hanya anak-anak Punk yang mulai berani untuk membalas seruan diskriminatif para rahib radikal tersebut.

Perkembangan Teori HI dalam Islam: Arahan baru untuk Pemikiran dan Metodologi Islam

Image
Pada awalnya, benua Eropa dikuasai dan didominasi di bawah otoritas kekuasaan Kristiani. Setiap nilai – nilai yang akan dijalankan mengacu kepada sumber dasar hukum dalam Alkitab Kristiani. Namun, dalam perkembangannya mulai muncul berbgai pergolakan dari sekelompok masyarakat yang lebih mengedapankan nilai nasionalisme. Bagi sebagian golongan ini, norma dan ajaran yang bersumber kepada ke-Tuhanan dinilai tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan realita yang ada. Hingga akhirnya dalam kurun waktu perang dunia ke II, Rusia maju dengan hegemoninya mulai menyebarkan dan menularkan ideologi baru yaitu komunisme. Dimana komunisme yang ditawarkan dapat mengkombinasikan pertentangan antara ideologi kristiani dan juga nasionalisme. Ideologi Komunisme ini dipromosikan sebagai suatu ideologi baru yang merupakan ide terbaik dalam mencapai universal community (Sulayman, 1967).

Great Power in Pacific: United States

Image
Ketika Obama berkunjung ke Australia dan menyatakan akan menaruh armada militer AS di pangkalan militer Darwin, dunia terkejut, tidak terkecuali Australia yang menerima AS sewaktu itu. Australia pada dasarnya telah menjalin sejumlah hubungan yang baik dengan rekan kulit kuningnya, China, dalam sejumlah perjanjian dagang. Tercatat ketika itu ekspor Australia ke China jauh lebih besar daripada ekspor Australia ke AS. Menerima kehadiran militer AS di pantainya sama artinya dengan mengusir China, yang merupakan saingan AS, dari negaranya. Pun begitu, Australia tidak dapat menolak kebijakan AS tersebut karena bagi AS merupakan sahabat lama yang telah banyak berjasa baginya. Kasus tersebut menunjukkan bagaimana negara Australia dan Pasifik menjadi rebutan kekuatan besar dunia. Suatu hal yang sebetulnya sudah terjadi semenjak lama.

Konflik-Konflik di Asia Selatan

Image
Asia Selatan adalah sebuah kawasan yang terletak di sebelah selatan dari benua Asia. Delapan negara berada di dalam kawasan ini: Pakistan, Nepal, Bhutan, India, Maladewa, Sri Lanka, Bangladesh, dan Afghanistan. Dari seluruh negara tersebut, India terbukti menjadi yang paling dominan dalam semua aspek, baik wilayah, populasi, ekonomi, politik, militer, dsb. Kendati demikian, India tidak lantas menjadi pemimpin bagi kawasan tersebut karena hubungan antara negara-negara Asia Selatan lebih banyak diwarnai oleh konflik daripada kerjasama dan kehadiran Pakistan yang mampu mengimbangi kekuatan India dengan memiliki nuklir. Kondisi rentan konflik yang ada di Asia Selatan tercipta akibat peninggalan historis kolonialisme Inggris yang membuat garis batas seenaknya, menggabungkan dua atau lebih etnis yang saling berlawanan dalam satu teritorial. Dalam tulisan ini akan dijelaskan secara singkat beberapa konflik yang notable di Asia Selatan.

Terorisme Global Abad ke-21

Image
Bagaikan mendapat tamparan keras, itulah kira-kira yang dirasakan oleh warga Amerika Serikat pada suatu hari di tanggal 11 September 2001. Tanpa mendapat peringatan apa-apa, menara kembar yang menjadi simbol kebanggaan Amerika Serikat luluh lantah karena ditabrak oleh dua pesawat yang dibajak oleh segerombolan teroris. Lebih dari 3,000 jiwa diperkirakan gugur di hari itu. Sementara Ground Zero dari peristiwa yang kelak dikenal sebagai Peristiwa 911 tersebut pun menjadi simbol sebuah luka dari raksasa abad ke-21 yang baru beberapa saat menikmati singgasana unipolarnya. Sebuah luka yang tentunya tak akan sembuh dalam waktu singkat.  Segera sesudah peristiwa tersebut, Presiden Bush yang mewakili kemarahan seluruh warganya pun menyuarakan War on Terror, sebuah kampanye yang mengajak seluruh warga di dunia untuk ikut bersama AS memerangi terorisme dan memusnahkannya selama-lamanya. Berkat pidato dari Bush tersebut umat manusia pun tiba-tiba tersadar akan sebuah bahaya baru yang m...

Embargo OPEC (1973) dalam Perspektif Strukturalisme

Image
Minyak adalah sumber daya yang paling berharga bagi perekonomian modern yang berbasiskan pada industri. Sebab minyak merupakan bahan bakar yang paling efisien dalam menggerakkan perindustrian. Oleh sebab itu, setiap negara akan berlomba-lomba untuk mendapatkan minyak sebanyak-banyaknya demi meningkatkan kinerja perekonomiannya. Namun, tidak semua negara memiliki minyak di teritorinya, sehingga terdapat negara yang menjadi produsen minyak dan negara yang mengkonsumsi minyak. Pada tanggal 10-14 September 1960, lima negara produsen minyak terbesar di dunia, yaitu Irak, Iran, Arab Saudi, Venezuela, dan Kuwait, berkumpul dalam Baghdad Conference untuk menyepakati pembentukan suatu organisasi internasional yang kemudian disebut dengan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Organisasi ini dibentuk dengan tujuan menjaga stabilitas harga minyak dunia. Untuk melakukannya, OPEC memiliki mekanisme untuk mengkoordinir kebijakan negara anggotanya yang terkait dengan perdaganga...

Act of Killing: Menyingkap Kejahatan Negara

Image
Tulisan ini merupakan resume dari bedah film "Act of Killing" yang dilaksanakan oleh Divisi Kajian Himpunan Mahasiswa HI Paramadina pada 28 Maret 2013 Selama rezim Orde Baru, Partai Komunis Indonesia (PKI) disimbolisasikan sebagai sosok penjahat yang berusaha merusak ideologi kebangsaan Indonesia, Pancasila. Sepanjang rezim itu pula, tidak pernah masyarakat di tanah air memiliki kesempatan untuk memahami Komunisme. Masyarakat tempo itu memahami komunisme seperti yang dipropagandakan rezim otoriter bahwa komunisme tidak lain adalah atheisme atau ide mengenai peniadaan Tuhan. Dengan kata lain, menjadi anggota PKI bukan saja berarti mengkhianati bangsa, namun juga mengkhianati nilai-nilai Ketuhanan yang dianggap absolut oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Atas dasar itulah, pembantaian terhadap anggota PKI di tahun 1965 kemudian mendapatkan justifikasinya. Film “Act of Killing” adalah film yang benar-benar mampu melukiskan peristiwa pembantaian PKI di tahun 1965. Da...

Bahasa Arab dan pengaruhnya terhadap Bahasa Indonesia

Image
Bahasa merupakan pintu gerbang menuju dunia. Tanpa penguasaan terhadap bahasa, seseorang tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang lain dan tidak dapat melakukan pertukaran informasi. Demi mencegah hal tersebut, bahasa Indonesia pun diciptakan agar seluruh orang Indonesia dapat saling berkomunikasi satu sama lain dan meningkatkan rasa nasionalismenya terhadap Republik Indonesia. Namun bahasa Indonesia, selayaknya seluruh bahasa di dunia, tidaklah berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari bahasa asing.

Movie Review: Argo

Image
Pertama kali aku mendengar soal film Argo adalah ketika aku membaca headline Kompas yang memberitakan mengenai pemenang Academy Awards atau yang biasa kita kenal dengan Oscar. Seperti yang kita ketahui, film Argo yang disutradarai dan dibintangi oleh Ben Affleck memenangkan penghargaan Best Pictures. Didorong oleh rasa penasaran, aku pun mencari film ini dan menontonnya.