Posts

Showing posts with the label Indonesia

Demokrasi di Tengah Globalisasi: Masih Relevan?

Image
Demokrasi adalah kemanusiaan. Suka atau tidak, demokrasi merupakan satu-satunya sistem yang dapat menjamin hak Anda sebagai manusia seutuhnya. Anda mungkin dapat berargumen bahwa sistem otoriter dan komunisme dapat menjamin stabilitas dan kesejahteraan. Sampai taraf tertentu, argumen ini mungkin benar, namun tidak dapat dipungkiri bahwa di dalam sistem tersebut Anda harus menggantungkan nasib Anda kepada seseorang atau kelompok yang tidak Anda kenal dan harus Anda akui sebagai pemimpin Anda. Dalam kondisi seperti itu, hak Anda sebagai manusia akan menjadi tidak berarti. Ada atau tidak adanya Anda tidak akan mempengaruhi kekuasaan absolut yang dimiliki pemimpin Anda. Jika pemimpin Anda baik, maka Anda beruntung. Namun jika pemimpin Anda jahat, Anda tidak dapat berontak, atau Anda akan dianggap sebagai ancaman dan dapat dilenyapkan dengan mudah. Demokrasi menawarkan kesempatan bagi Anda untuk menentukan siapa yang Anda anggap layak untuk menjadi pemimpin Anda. Pemimpin yang And...

Daniel Dhakidae: Benih-Benih Nasionalisme Indonesia (1908-1928)

Image
( Ini merupakan transkrip kuliah tamu Bpk. Daniel Dhakidae di kelas Masalah-Masalah Identitas dalam Globalisasi, Universitas Indonesia, pada 15 November 2017 ) Waktu saya kembali dari Cornell saya menjadi kepala litbang Kompas yang bertanggung jawab untuk semua penelitian. Sesudah itu sekarang menjadi pemimpin redaksi jurnal Prisma ya kalian tahulah jurnal itu apa. Ada yang tahu prisma itu apa? LP3ES, tapi jurnalnya pernah melihat? Saya diundang Ibu Ani Soetjipto untuk memberi pengantar tentang nasionalisme. Khusus mengenai pandangan dari Prof. Benedict Anderson. Ia adalah chairman dari tim Ph.D saya untuk disertasi saya, jadi saya mengenal pribadi beliau. Buku  Imagined Communities  diterbitkan di Indonesia, saya menulis kata pengantarnya untuk buku ini. Ada sekitar 50an halaman di sana. Jadi kalau mau tahu lebih dalam tentang Anderson, dari pengantar saya bisa dilihat, siapa tahu berguna kalau nasionalisme itu menjadi sesuatu yang perhatian untuk tesis ...

Kompleksitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Era SBY

Image
Hubungan Internasional (HI) merupakan bidang studi dalam ilmu sosial yang mengalami perkembangan pesat setelah peristiwa serangan 11 September terhadap menara kembar World Trade Center (WTC) yang menjadi symbol kebanggan Amerika Serikat (AS). Serangan tersebut telah membuka mata akademisi-akademisi HI dengan menunjukkan bahwa aktor non-negara, seperti teroris, memiliki kekuatan yang sama dengan aktor negara untuk mempengaruhi hubungan internasional.  Semenjak itu, pendekatan kompleksitas mulai mengemuka dalam kajian HI. Kompleksitas yang dimaksud dalam pendekatan ini adalah sekumpulan agen semi-otonom dengan kebebasan bertindak yang interaksinya menciptakan pola dalam sistem. Keistimewaan utama dari pendekatan ini adalah kemampuannya untuk melihat keterhubungan dalam unsur-unsur sistem internasional yang meliputi berbagai dimensi, baik makro maupun mikro, untuk menjelaskan sistem tersebut secara utuh (Nafiaturrofiah, 2015). Pendekatan inilah yang akan digunakan untuk menjela...

Konfrontasi (Soekarno) Indonesia dengan Malaysia

Image
Di bawah bendera revolusi, tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Rakyat boleh kelaparan, namun mereka tidak boleh berhenti berjuang. Terus berjuang, hingga tiba hari dimana penjajahan atas manusia telah sepenuhnya dimusnahkan dari muka bumi. Begitulah kiranya retorika yang kerap digemakan Soekarno, sang presiden seumur hidup, penyambung lidah rakyat, dan pemimpin besar revolusi Indonesia. Inilah periode demokrasi terpimpin, periode dimana kesejahteraan rakyat ditukar dengan janji-janji kemegahan sebuah revolusi yang mungkin hanya dapat dipahami oleh Soekarno sendiri. Periode demokrasi terpimpin dimulai pada tahun 1959 ketika Soekarno mengeluarkan dekrit untuk mengembalikan Undang-Undang Dasar 1945, membubarkan Konstituante, dan mendirikan pemerintahan otoriter yang menjadikan ideologinya sebagai panglima terdepan. Tidak terhitung banyaknya tindakan opresif yang dilakukan Soekarno untuk mempertahankan kekuasaannya. Media yang terlalu kritis, diberangus. Tokoh-tokoh yang tidak sependa...

Laporan Pertemuan Serikat Petani Indonesia

Image
Hari Rabu, 11 September 2013 lalu, aku diajak oleh dosenku untuk menghadiri pertemuan Serikat Petani Indonesia (SPI) untuk melihat presentasi hasil penelitian sementara Jaringan Riset Kolektif (JeRK) kepada para petani-petani seluruh Indonesia. Ruang pertemuan tersebut lebih kecil dari yang aku bayangkan dan memiliki desain yang aneh. Satu sisi ruangan tersebut didesain seperti ruangan umum (kotak dan berwarna putih), namun di sisi lain ruangan tersebut didesain seperti ruangan ala gedung-gedung di masa Yunani Kuno, lengkap dengan pilar putih yang menjulangnya. Begitu aku masuk, presentasi sudah dimulai, namun masih giliran presentasi dari seorang perwakilan petani yang berasal dari Korea Selatan, bernama Madam Joon. Sungguh awkward rasanya melihat pembicaraan Madam Joon yang harus ditranslate dua kali. Pertama, bahasa Korea yang disampaikan Madam Joon diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh seorang penerjemah yang juga berasal dari Korsel. Kedua, bahasa Inggris yang diterjemahkan p...

Individualitas dan Komunalitas

Jika kita ditanyai apa sebenarnya produk terbaik yang telah diciptakan Amerika Serikat, maka kebanyakan akan menjawab barang-barang konsumsi, seperti elektronik, hiburan, atau makanan cepat saji. The real truth is, semua itu adalah salah. Di balik semua penciptaan produk-produk hebat tersebut, terdapat satu produk yang jauh lebih hebat dan memungkinkan Amerika Serikat menjadi negara adidaya satu-satunya di abad ke-21 ini. Apakah itu? Jawabannya adalah pendidikan.

Perkembangan Hak Asasi Manusia di Tingkat Global dan Indonesia

Image
Hak Asasi Manusia (HAM) merujuk pada seperangkat hak yang telah dimiliki oleh setiap manusia semenjak mereka lahir. Seseorang dikatakan memiliki HAM semata-mata adalah karena dia merupakan manusia. Baik orang tersebut berkulit putih, hitam, kuning, atau apapun itu, ia memiliki HAM jika ia adalah seorang manusia. Oleh sebab itu, HAM selalu bersifat universal atau dapat digunakan oleh siapapun, itulah klaim yang diberikan para intelektual Barat ketika mereka menciptakan Deklarasi Universal HAM. Pada dasarnya, HAM merupakan pemikiran yang berasal dari intelektual Barat dan berkembang di sana. Tidak akan ada negara nonbarat yang memahami nilai-nilai HAM jika Deklarasi Universal HAM tidak dibuat dan Amerika Serikat beserta sekutunya tidak mempromosikannya dengan gencar. Maka studi mengenai bagaimana nilai-nilai HAM dapat menyebar ke seluruh negara di dunia beserta tantangannya secara khusus di Indonesia akan menjadi sangat menarik. Tulisan ini akan dibagi dalam tiga bagian. Bag...

Sebuah pertanyaan untuk AusAID

Image
Indonesia adalah raksasa yang masih tertidur. Mengapa dikatakan tertidur? Karena sesungguhnyaIndonesia masih memiliki trilyunan potensi-potensi menakjubkan yang sama sekali belum diekstrak oleh pemerintah. Potensi-potensi ini tersebar dari Sabang sampai Merauke dan hingga kini masih terduduk diam, menunggu seseorang untuk menemukannya. Ya, potensi yang dimaksud dalam tulisan ini adalah dua ratus juta lebih warga Indonesia.

Perempuan Indonesia dalam Skema Migrasi yang Tidak Melindungi

Image
Globalisasi telah membuat dunia menjadi sangat sempit berkat teknologi transportasi dan komunikasinya. Orang-orang kini dapat bepergian antarnegara dengan sangat mudah sehingga lapangan pekerjaan menjadi tersebar di mana-mana. Orang yang merasa tidak puas hanya dengan pekerjaan di negerinya kini dapat memilih untuk bekerja di luar negeri. Indonesia memiliki banyak sekali orang-orang semacam itu. Hal ini disebabkan lapangan pekerjaan Indonesia yang belum merata atau hanya terpusat di pulau Jawa, lebih tepatnya Jakarta. Akibatnya, banyak orang yang terpaksa untuk bekerja di luar negeri demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Orang-orang ini umumnya berpendidikan rendah sehingga pekerjaan yang mereka dapat di luar negeri hanyalah pekerjaan kasar seperti buruh proyek dan pembantu rumah tangga (PRT). Mereka disebut dengan TKI atau Tenaga Kerja Indonesia dan mayoritasnya adalah wanita.