Skip to main content

Organisasi Regional


Dalam piagam PBB, disebutkan bahwa setiap negara berhak untuk menciptakan organisasi internasional sendiri jika tidak melanggar prinsip-prinsip PBB pada umumnya. Untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan itu, maka banyak negara yang kemudian menciptakan organisasi internasional dengan berlandaskan pada kawasan. Tujuannya adalah mempererat persahabatan, menjaga perdamaian, dan memperkuat diri bersama. Terciptalah apa yang kemudian disebut dengan organisasi regional.


Cikal bakal dari organisasi regional adalah Uni Eropa. Dapat dikatakan bahwa merekalah yang pertama kali merumuskan konsep organisasi regional tersebut, sehingga muncullah istilah new regionalism yang mengacu pada organisasi-organisasi regional setelah Uni Eropa. Dalam hal ini, new regionalism adalah sebuah fenomena yang terjadi setelah dekolonialisasi di pertengahan abad ke-20.

Biasanya pembentukan organisasi regional disebabkan faktor ekonomi, yaitu penciptaan pasar bebas di kawasan tersebut agar dapat mencapai kesejahteraan bersama. Atau bisa juga karena faktor politik, yakni pembentukan kekuatan bersama dalam rangka menghadapi dominasi kekuatan asing seperti yang dilakukan ASEAN. Tapi yang pasti, organisasi regional pastinya dibentuk karena faktor lokasi. Tidak mungkin negara Asia dapat menjadi bagian dari Uni Eropa, begitu pula sebaliknya.

Dalam dunia internasional keberadaan organisasi regional sangat penting agar negara dapat menyelesaikan masalah internalnya tanpa perlu membawanya ke mahkamah internasional. Atau bisa juga karena PBB merasa tidak memiliki kapasitas untuk menyelesaikan suatu masalah internasional, maka mereka akan memandatkannya kepada organisasi regional terdekatnya.

Contoh-Contoh Organisasi Regional

ASEAN (Association of Southeast Asia Nations) 


Merupakan organisasi regional bagi negara-negara di Asia Tenggara yang dibentuk pada tahun 1967 sebagai pernyataan sikap untuk tidak memihak pada blok barat dan timur di waktu itu. Tujuannya awalnya adalah menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan saja, namun berkembang menjadi kerjasama ekonomi.

Mercosur (Mercado Comun del Cono Sur/ Southern Cone Common Market) 


Merupakan integrasi ekonomi di Amerika Selatan dan jawaban dari serangan pasar AS ke Amerika Selatan yang sangat kuat. Motif dasarnya tentu adalah kerjasama ekonomi, walau tampaknya kurang berhasil karena terbukti sampai sekarang Brazil yang merupakan salah satu pendiri Mercosur merupakan konsumer barang AS terbesar.

OAU (Organization of African Unity) 


Merupakan organisasi yang diciptakan untuk melawan kolonialisasi yang masih sangat kuat di Afrika pada saat itu. Ketika didirikan, fokus utamanya masih berupa pembebasan Afrika dari kolonialisme. Pada perkembangannya, OAU berubah menjadi AU (African Union) yang fungsinya lebih canggih lagi, meliputi keamanan, HAM, ekonomi, dan intervensi.

NAFTA (North America Free Trade Agreement) 

Merupakan organisasi yang memfasilitasi perdagangan bebas antara negara-negara di Amerika Utara. Awalnya perdagangan hanya dilakukan oleh AS dan Kanada, dan Meksiko kemudian. Sayangnya AS terlalu mendominasi di NAFTA, bahkan catatan perdagangan yang terjadi kebanyakan adalah AS-Kanada dan AS-Meksiko, jarang sekali ditemukan perdagangan Meksiko-Kanada.

APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) 

Merupakan integrasi ekonomi terbesar di dunia, karena beranggotakan seluruh negara di Asia, termasuk ASEAN. Diprediksikan bahwa organisasi satu ini akan menjadi nama besar di tahun-tahun mendatang.

EU (European Union)


Merupakan organisasi regional tertua yang pernah ada. Satu yang membuat EU sangat istimewa adalah kelengkapan perangkat-perangkatnya, seperti parlemen Eropa, Bank Eropa, dan semua yang dibtuhkan untuk mengintegrasikan sebuah kawasan. Pun begitu, itu tetap tidak bisa membuat EU terhindar dari krisis yang berat ini.

Comments

Popular posts from this blog

Asumsi Dasar Liberalisme: Studi Kasus Konflik Laut China Selatan

Pada Maret 2009, Pentagon melaporkan bahwa terdapat kapal milik China yang mengganggu kapal pengawasan dari United States Naval Ship (USNS) yang melintas di Laut China Selatan. Pada tanggal 26 Mei 2011 muncul pertikaian antara kapal Vietnam dengan tiga kapal marinir patroli China karena pemotongan kabel kapal. April 2012, kapal perang Filipina yang bernama Gregorio del Pilar bertikai dengan dua kapal pengawas China di kawasan Scarborough, yang diakui sebagai teritori kedua negara. Peristiwa-peristiwa yang terjadi tersebut merupakan bagian dari sebuah peristiwa besar yang dikenal sebagai Konflik Laut China Selatan.

Konflik Laut China Selatan adalah konflik perbatasan yang melibatkan lima negara yang terdiri dari China, Vietnam, Philipina, Malaysia, dan Brunei. Konflik ini bermula di tahun 1992 ketika China yang pada waktu itu kekuatan ekonomi dan militernya mulai menanjak naik tiba-tiba mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan sebagai wilayah teritorinya. Permasalahan pun …

Eksternalitas

Eksternalitas adalah sbeuah konsep dalam ekonomi yang menggambarkan tentang sebuah aktivitas atau keputusan yang menyebabkan orang lain terlibat, suka atau tidak. Jika keterlibatan orang lain di sana memberikan beban pada mereka, maka disebut dengan eksternalitas negatif. Namun ketika keterlibatan orang lain di sana memberikan sebuah keuntungan, maka itu disebut dengan eksternalitas positif.

Contoh kasus paling sederhana dari eksternalitas negatif adalah berpacaran di tempat umum. Bagi kedua pasangan yang sedang mabuk cinta tersebut, dunia tentu terasa milik bersama. Tidak ada orang lain dan tidak ada kehidupan apapun. Kenyataannya adalah, orang lain masih ada dan mereka tentu mengamati tingkah laku kedua pasangan tersebut. Di antara mereka, tentu ada orang-orang yang entah baru putus atau sudah lama menjomblo yang merasa terusik dengan kehadiran pasangan tersebut. Hal ini tentu akan menjadi beban bagi pikiran mereka. Inilah contoh eksternalitas negatif dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami Konstruktivisme

Hubungan Internasional (HI) merupakan sebuah disiplin ilmu yang lahir pada akhir Perang Dunia ke-2 untuk mempelajari interaksi antara negara dengan tujuan menjaga perdamaian. Seiring berjalannya waktu, isu-isu HI berkembang menjadi semakin kompleks dan tidak melulu soal perang atau interaksi antarnegara. Kegagalan pemikiran Realisme dan Liberalisme dalam menjelaskan isu-isu tersebut memicu lahirnya pemikiran-pemikiran baru yang bertujuan untuk merombak kembali ontologi dari pemikiran Realisme dan Liberalisme yang masih menjadi pemikiran utama. Konstruktivisme merupakan salah satu dari pemikiran yang lahir untuk menjawab tantangan itu.

Sejarah dan Filsafat Ilmu Hubungan Internasional

Tulisan ini merupakan rangkuman dari diskusi Filosofi Ilmu HI bertema "Sejarah dan Filsafat ilmu Hubungan Internasional" bersama mas Hizkiya Yosie sebagai pembicaranya



Selama ini terdapat satu pertanyaan yang selalu menggelitik para mahasiswa, yaitu, ”Apa bedanya orang yang kuliah dengan yang tidak?” Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah ‘cara berpikirnya’. Berbeda dengan orang yang tidak kuliah, seorang mahasiswa harus mulai berhenti untuk berpikir sebatas pada pertanyaan “Apa?” Mereka harus mulai berani melangkah lebih jauh untuk mencoba menjawab pertanyaan “Mengapa?” Di sinilah pengetahuan akan filsafat sangat diperlukan oleh mahasiswa untuk menjawab pertanyaan tersebut. Sebab dengan memahami filsafat, seorang mahasiswa tidak hanya akan mengetahui apa itu ilmu HI, namun juga mengapa ilmu HI bisa ada dan mengapa kita harus mempelajarinya. Maka, demi menjawab pertanyaan pertama mengenai mengapa ilmu HI bisa ada, kali ini Diskusi Filosofi Ilmu HI akan membahas khusus menge…

Embargo OPEC (1973) dalam Perspektif Strukturalisme

Minyak adalah sumber daya yang paling berharga bagi perekonomian modern yang berbasiskan pada industri. Sebab minyak merupakan bahan bakar yang paling efisien dalam menggerakkan perindustrian. Oleh sebab itu, setiap negara akan berlomba-lomba untuk mendapatkan minyak sebanyak-banyaknya demi meningkatkan kinerja perekonomiannya. Namun, tidak semua negara memiliki minyak di teritorinya, sehingga terdapat negara yang menjadi produsen minyak dan negara yang mengkonsumsi minyak.

Pada tanggal 10-14 September 1960, lima negara produsen minyak terbesar di dunia, yaitu Irak, Iran, Arab Saudi, Venezuela, dan Kuwait, berkumpul dalam Baghdad Conference untuk menyepakati pembentukan suatu organisasi internasional yang kemudian disebut dengan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Organisasi ini dibentuk dengan tujuan menjaga stabilitas harga minyak dunia. Untuk melakukannya, OPEC memiliki mekanisme untuk mengkoordinir kebijakan negara anggotanya yang terkait dengan perdagangan …

Filsafat Politik Islam ala Al-Mawardi

Al-Mawardi adalah salah seorang pemikir Islam terkemuka yang hidup di paruh akhir Daulah Abbasiyah. Dia adalah pemikir yang termasuk dalam mahzab Syafi’i, mahzab yang masih menerima budaya-budaya lokal untuk diintegrasikan dengan Islam selama budaya tersebut tidak bertentangan dengan Syari’a. Al-Mawardi selama masa hidupnya berhasil menelurkan filsafat politik Islam yang sangat relevan dengan kondisi zamannya dan masih diaplikasikan di berbagai negara saat ini.

Desekuritisasi Iran dan Masa Depan Keamanan Timur Tengah

Pembicaraan dua hari tentang program nuklir Iran yang dilakukan oleh Iran dengan negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB + Jerman yang dilakukan pada 16-17 Oktober 2013 merupakan pertemuan paling progresif dalam rangka peningkatan prospek keamanan di Timur Tengah.