Kamis, 21 Februari 2013

Organisasi Regional


Dalam piagam PBB, disebutkan bahwa setiap negara berhak untuk menciptakan organisasi internasional sendiri jika tidak melanggar prinsip-prinsip PBB pada umumnya. Untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan itu, maka banyak negara yang kemudian menciptakan organisasi internasional dengan berlandaskan pada kawasan. Tujuannya adalah mempererat persahabatan, menjaga perdamaian, dan memperkuat diri bersama. Terciptalah apa yang kemudian disebut dengan organisasi regional.


Cikal bakal dari organisasi regional adalah Uni Eropa. Dapat dikatakan bahwa merekalah yang pertama kali merumuskan konsep organisasi regional tersebut, sehingga muncullah istilah new regionalism yang mengacu pada organisasi-organisasi regional setelah Uni Eropa. Dalam hal ini, new regionalism adalah sebuah fenomena yang terjadi setelah dekolonialisasi di pertengahan abad ke-20.

Biasanya pembentukan organisasi regional disebabkan faktor ekonomi, yaitu penciptaan pasar bebas di kawasan tersebut agar dapat mencapai kesejahteraan bersama. Atau bisa juga karena faktor politik, yakni pembentukan kekuatan bersama dalam rangka menghadapi dominasi kekuatan asing seperti yang dilakukan ASEAN. Tapi yang pasti, organisasi regional pastinya dibentuk karena faktor lokasi. Tidak mungkin negara Asia dapat menjadi bagian dari Uni Eropa, begitu pula sebaliknya.

Dalam dunia internasional keberadaan organisasi regional sangat penting agar negara dapat menyelesaikan masalah internalnya tanpa perlu membawanya ke mahkamah internasional. Atau bisa juga karena PBB merasa tidak memiliki kapasitas untuk menyelesaikan suatu masalah internasional, maka mereka akan memandatkannya kepada organisasi regional terdekatnya.

Contoh-Contoh Organisasi Regional

ASEAN (Association of Southeast Asia Nations) 


Merupakan organisasi regional bagi negara-negara di Asia Tenggara yang dibentuk pada tahun 1967 sebagai pernyataan sikap untuk tidak memihak pada blok barat dan timur di waktu itu. Tujuannya awalnya adalah menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan saja, namun berkembang menjadi kerjasama ekonomi.

Mercosur (Mercado Comun del Cono Sur/ Southern Cone Common Market) 


Merupakan integrasi ekonomi di Amerika Selatan dan jawaban dari serangan pasar AS ke Amerika Selatan yang sangat kuat. Motif dasarnya tentu adalah kerjasama ekonomi, walau tampaknya kurang berhasil karena terbukti sampai sekarang Brazil yang merupakan salah satu pendiri Mercosur merupakan konsumer barang AS terbesar.

OAU (Organization of African Unity) 


Merupakan organisasi yang diciptakan untuk melawan kolonialisasi yang masih sangat kuat di Afrika pada saat itu. Ketika didirikan, fokus utamanya masih berupa pembebasan Afrika dari kolonialisme. Pada perkembangannya, OAU berubah menjadi AU (African Union) yang fungsinya lebih canggih lagi, meliputi keamanan, HAM, ekonomi, dan intervensi.

NAFTA (North America Free Trade Agreement) 

Merupakan organisasi yang memfasilitasi perdagangan bebas antara negara-negara di Amerika Utara. Awalnya perdagangan hanya dilakukan oleh AS dan Kanada, dan Meksiko kemudian. Sayangnya AS terlalu mendominasi di NAFTA, bahkan catatan perdagangan yang terjadi kebanyakan adalah AS-Kanada dan AS-Meksiko, jarang sekali ditemukan perdagangan Meksiko-Kanada.

APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) 

Merupakan integrasi ekonomi terbesar di dunia, karena beranggotakan seluruh negara di Asia, termasuk ASEAN. Diprediksikan bahwa organisasi satu ini akan menjadi nama besar di tahun-tahun mendatang.

EU (European Union)


Merupakan organisasi regional tertua yang pernah ada. Satu yang membuat EU sangat istimewa adalah kelengkapan perangkat-perangkatnya, seperti parlemen Eropa, Bank Eropa, dan semua yang dibtuhkan untuk mengintegrasikan sebuah kawasan. Pun begitu, itu tetap tidak bisa membuat EU terhindar dari krisis yang berat ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar